IBX5B54BCC389CD2 Cerita Pendek Untuk Nenek - Lulusandiploma.com

Cerita Pendek Untuk Nenek


Nek, pagi tadi aku terbangun dengan hati tersenyum, rasanya begitu indah bisa kembali merengek dibahumu walaupun hanya dalam mimpi.  Tadi pagi, aku bisa merasakan kembali indahnya senyummu, aku bisa merasakan kembali hangatnya cintamu, aku bisa merasakan kembali bagaimana dulu kau memanjakanku.

Semoga engkaupun saat ini sedang tersenyum di sana, seperti senyummu yang kulihat dalam tidurku malam tadi.

Jika diperbolehkan, setiap malam aku ingin selalu bertemu denganmu, menceritakan setiap apa yang kujalani di sini. karena nenek paling senang mendengar setiap ceritaku. Tapi, aku takut nenek akan bosan melihatku dalam keadaan seperti sekarang ini.

Tapi nek... sekarang-sekarang ini aku benar-benar ingin mendengarkan nasihatmu, mengeluarkan segala hatiku sembari memelukmu dan menangis di bahumu.

Yang aku sesalkan adalah saat itu aku tidak ada di sisimu, aku belum sempat meminta maaf atas segala khilafku, aku belum sempat menghapus tangismu, padahal aku sangat ingin ketika aku sudah ada didekatmu aku akan selalu menemanimu berjalan disetiap pagi agar kesehatanmu kembali pulih, atau hanya sekedar menemanimu berjalan-jalan agar harimu tidak dijamah sepi.

Tapi semua itu hanya tinggal ingin dan harap yang tak akan bisa lagi terwujud, tentangmu akan banyak cerita indah yang akan aku tulisakan untuk generasi-generasimu nanti. Akan kuceritakan pada mereka tentang nenek, tentang semua nasihat indah yang masih berdenyut dalam nadiku.

Nek.. malam nanti , semoga engkau datang kembali dalam tidurku. Maafkan aku yang sering lupa mendoakanmu.

Masih tercium diindra penciumanku aroma vix yang selalu kau oles ditubuhmu, ketika dingin menjelma menjadi sakit yang melemahkan raga. Masih terngiang diindra pendengaranku atas semua petuah yang kau rangkai dalam sebuah nasihat untuk tetap berjuang.

Dan masih jelas terlihat diindra penglihatanku semua senyum tulusmu yang terukir cantik diatas wajah yang semakin hari semakin merenta tua… Sungguh kau sita seluruh indra ku untuk terus menyanjungmu dan bersyukur pada-Nya telah memberikan nenek terhebat seperti dirimu untuk diriku.

Kini, linangan air mata ini tak mampu lagi ku bendung, kuat ku runtuh ketika aku harus berpura-pura untuk tidak menangis kehilangan sosok sehebat dirimu dalam hidupku.. Ketegaran ini rapuh ketika aku sadar, tak akan ada lagi yang meninabobokanku dalam alunan nada syahdu yang mengantarkan ku dalam mimpi yang menentramkan kelelahanku…

Nenek… Seandainya engkau masih disini, pasti engkau selalu menjengukku keindramayu untuk mencari tahu bagaimana kabar cucumu yg sedang berkuliah jauh disana… Sejauh apapun kau berada, aku yakin Allah akan menyampaikan rasa sayangku untukmu. Hanya seuntai doa yang mampu kurangkai untukmu.

Nenek… Ketika aku menangis kehilanganmu, apakah kau akan tersenyum? atau mungkin kau bersedih? Jika tangis ini membuatmu bersedih disana, maka aku akan berusaha merubahnya menjadi ketegaran akan sebuah keikhlasan… Karena aku ingin selalu membuatmu tersenyum selamanya… Disana… Bersama Allah yang akan selalu menjagamu dan membahagiakanmu, Sebagaimana kau dulu pernah menjaga dan membahagiakanku.

Demikianlah artikel mengenai Cerita Pendek Untuk Nenek| lulusandiploma, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan, referensi dan rujukan yang kami peroleh. Kami berharap agar pembaca sekalian memberikan kritik dan masukannya di kolom komentar untuk membangun kami kedepannya menjadi yang lebih baik lagi. Semoga artikel ini bermanfaat, wassalamualaykum warahmatullahi wabarakatu.

0 Response to "Cerita Pendek Untuk Nenek"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Advertisement

Iklan Bawah Artikel