Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cerpen: Senyumanku Pulang Ke Kampung Halaman



Cuaca Indramayu yang sedang turun hujan membawaku terlalut begitu dalam untuk memikirkan sangat sejuk sekali engkau menjadi sosok senyum didalam hidupku, aku tidak bisa memikirkan apa yang akan menjadi senyumanku lagi saat kau jauh. 

Tidak ada banyak hal yang ingin ku ucapkan kepadamu, selain kata; aku sangat mencintaimu sayaangku, apa yang akan kau rasa nanti dari jarak kita yang sejauh itu?  kau tak bisa menatap wajahku lebih dekat dan kau juga tidak akan bisa menyentuh tanganku didalam dekap.

Semalam sesaat kau berbaring dipelukanku kita sempat berbincang sepatah dua patah kata sebelum tidur, saat itu pula aku mendengar suaramu merangkak begitu indah ditelingaku. 

Ahhh jarang sekali laki laki yang bisa seberuntung diriku, yang bisa mendapatkan wanita yang terbaik dan tercantik yang mempunyai suara indah seperti dirimu. 

Sekarang takdir sedang mengatur adegannya, aku dan kamu tidak bisa apa apa, terutama saat kita tahu bahwa semua orang akan menganggap kita salah, mereka akan menganggap kita sedang melompat dalam peranan melanggar norma agama bagaikan napi yang berserah pada hukum agama.

Aku pasti akan merindukanmu, sangat merindukanmu, walaupun kau pulang ke kampung halaman tidak dengan waktu yang lama. 

Dalam jarak ratusan kilo meter itu mungkin kita akan belajar tentang keikhlasan, kerinduan dan keseriusan. Aku akan berlagak seperti gedung gedung yang selalu berdiri tegak walau angin sedang tertiup kencang, dan aku akan berlagak tidak ada apa apa padahal hati begitu merasa kehilangan.

Sayaaang, tahukah kau saat bus angkutan yang akan mengantarmu menuju jakarta untuk kebandara itu datang dan apa yang kurasakan? huuu begitu indah hati ini bila dirasakan, aku yang kemarin jelas jelas 24 jam full tertawa disampingmu, sekarang aku juga yang merasakan full seperti akan melepaskanmu. 

Aku hanya ingin memberimu sepucuk pesan, mungkin hanya lewat tulisan bodoh ini pesan itu akan ku utarakan. Jangan berlama lama dikampung halaman, aku takut terlarut merindukanmu.

Demikianlah artikel mengenai Cerita Pendek: Senyumanku Pulang Ke Kampung Halaman | lulusandiploma, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan, referensi dan rujukan yang kami peroleh. Kami berharap agar pembaca sekalian memberikan kritik dan masukannya di kolom komentar untuk membangun kami kedepannya menjadi yang lebih baik lagi. Semoga artikel ini bermanfaat, wassalamualaykum warahmatullahi wabarakatu.
Sandiok
Sandiok QHSE Officer PT. Nindya Karya (Persero) | D3 Fire and Safety of Balongan Oil and Gas Academy

Posting Komentar untuk "Cerpen: Senyumanku Pulang Ke Kampung Halaman"