IBX5B54BCC389CD2 Bagian Utama Sel dan Organel Sel Materi Kelas 12 SMA #lulusandiploma - Lulusandiploma.com

Bagian Utama Sel dan Organel Sel Materi Kelas 12 SMA #lulusandiploma


Bagian utama sel dan organel sel diuraikan sebagai berikut :

a. Membrane sel

Membran sel atau membran  plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid dan protein (lipoprotein). Membran sel bersifat semipermeable atau selektif permeable, yang berfungsi mengatur masuk dan keluar zat dari sel.


b. Nukleus (inti sel)

Inti sel eukariotik memiliki membran inti. Susunan molekul membran inti sama dengan susunan molekul membran sel, yaitu berupa lipoprotein. Pori pada membran inti memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma.

Didalam inti sel terdapat :


1) Nukleoulus (anak inti), berfungsi menyintesis berbagai macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Ribosom penting bagi sintesis protein dalam sel.


2) Nukleoplasma (cairan inti), merupakan zat yang tersusun dari protein.


3) Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma, tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Pada saat sel membelah, butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam deoksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.


c. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan sel yang terdapat didalam sel, kecuali didalam inti dan organel sel. Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Sitoplasma terdiri atas air yang didalamnya terlarut banyak molekul kecil, ion dan protein. Ukuran partikel terlarut adalah 0.001-0.1 mikron, dan bersifat transparan. Koloid sitoplasma dapat mengalami perubahan dari fase sol ke gel atau sebaliknya. Fase sol jika konsentasi air tinggi dan gel jika konsentrasi air rendah. Sitoplasma mengandung organel-organel sel berikut ini.


1) Retikulum Endoplasma (RE)

Reticulum endoplasma merupakan perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung didalam sitoplasma. Dalam pengamatan mikroskop, RE tampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang berongga-rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi-substansi dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya. Dalam sel terdapat dua tipe RE, yaitu reticulum endoplasma kasar dan reticulum endoplasma halus.


a) Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

Disebut REK karena permukaannya diselubungi oleh ribosom sehingga tampak seperti helaian panjang kertas pasir. Ribosom adalah tempat sintesis protein. Protein yang disintesis pada ribosom yang melekat pada RE biasanya ditujukan untuk luar sel.


Setelah protein selesai dibuat oleh ribosom dipermukaan RE, protein tersebut diangkut ke ruangan dalam RE. Dalam saluran ini protein mungkin diubah oleh enzim yang berada dipermukaan dalam membran RE. Apabila protein telah mencapai ujung RE, protein tersebut disimpan dalam membran kecil yang mengandung kantong (vesikula). Vesikula ini dibentuk dari irisan REH yang berhubungan dengan REK.


Jadi, fungsi REK adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel dengan sitoplasma.


b) Retikulum Endoplasma Halus (REH)

REH tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya halus. REH memiliki enzim-enzim pada permukaannya yang berfungsi untuk sintesis lipid, glikogen, dan persenyawaan steroid seperti kolesterol, gliserida, dan hormon.


2) Badan Golgi

Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi membran. Oganel ini terdapat hamper disemua sel eukariotik. Setiap sel hewan memiliki 10 sampai 20 badan golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki beberapa ratus badan golgi. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa disebut diktisom.


Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus dan vesikula. Sisterna membentuk pembuluh-pembuluh halus (tubulus). Dari tubulus dilepaskan kantong-kantong kecil yang berisi bahan-bahan yang diperlukan seperti enzim-enzim atau pembentuk dinding sel.

Fungsi badan golgi antara lain :


a) Membentuk kantong-kantong (vesikula) untuk sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar. Kantong-kantong kecil tersebut berisi enzim dan bahan-bahan lain.


b) Membentuk membran plasma. Kantong-kantong (vesikula) yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.


c) Membentuk dinding sel tumbuhan.


d) Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.


3) Ribosom

Ribosom berupa organel kecil bergaris tengah 17-20 mikron yang tersusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup. Ribosom terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada REK. Tiap ribosom terdiri dari 2 subunit yang berbeda ukuran. Dua subunit ini saling berhubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesium.


Ribosom berfungsi untuk sintesis protein. Pada waktu sintesis protein, ribosom mengelompok  membentuk poliribosom (polisom).


4) Lisosom

Lisosom merupakan kantong yang dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makros molekul. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh protein. Pada tahun 1955, para ahli biologi menemukan partikel-partikel yang sangat halus didalam sitoplasma setelah melakukan sentifugrasi. Christian de Duve menamai partikel halus kecil tersebut lisosom. Lisosom berisi berbagai jenis enzim yang dapat memecahkan (mencerna) polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan protein. Lisosom berperan dalam pencernaan intrasel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih. Lisosom juga berperan dalam autofogus. Sebagai contoh, pada waktu kecebong berubah menjadi katak, ekornya secara bertahap diserap. Sel-sel ekornya yang kaya akan lisosom, mati dan hasil penghancurannya digunakan untuk pertumbuhan sel-sel baru yang berkembang. Lisosom terutama ditemukan pada sel hewan.


Baca juga: Materi Tentang Sel Lengkap


5) Peroksisom dan glioksisom

Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase. Katalase mengkatalisis perombakan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom pun berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat. Peroksisom terdapat juga pada sel tumbuhan dan sel hewan. Pada sel hewan, peroksisom banyak terdapat dihati dan ginjal, sedangkan pada sel tumbuhan peroksisom banyak terdapat dalam berbagai tipe sel.


Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, misalnya pada lapisan aleurone biji padi-padian. Aleurone yaitu bentuk dari protein atau kristal yang terdapat didalam vakuola. Glioksisom banyak ditemukan pada jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah. Glioksisom mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang dibutuhkan bagi perkecambahan.


6) Mitokondria

Mitokondria merupakan organel penghasil energi sel. Mitokondria memiliki 2 lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Membrane luar memiliki permukaan yang halus, sedangkan membrane dalam berlekuk-lekuk. Pelekukan ini disebut krista. Sel yang aktif atau mempunyai metabolisme tinggi, misalnya sel otot jantung, mitokondrianya banyak mengandung krista. Pada krista terdapat enzim untuk fosforilasi oksidatif dan sistem transport electron. Protein yang berperan dalam respirasi, termasuk enzim pembuat ATP, dibuat dalam membrane dalam. Membrane dalam mempunyai permukaan yang luas sehingga dapat meningkatkan produktivitas respirasi seluler.


Membrane dalam membagi mitokondria menjadi 2 ruang, yakni ruang intermembrane dan matriks mitokondria.


a) Ruang intermembrane

Adalah ruangan diantara membrane luar dengan membrane dalam. Membrane luar dapat dilalui semua molekul kecil namun tidak dapat dilalui protein dan molekul besar.


b) Matriks mitokondria

Adalah ruang yang diselubungi oleh membrane dalam. Beberapa tahapan metabolisme terjadi dalam matriks. Matriks mengandung enzim untuk siklus Krebs dan oksidasi asam lemak. Matriks juga banyak mengandung protein dan DNA, ribosom dan juga beberapa jenis RNA. Mitokondria mampu menyintesis protein sendiri karena mitokondria memiliki DNA, RNA dan ribosom.


DNA mitokondria yaitu berupa sandi untuk protein dan enzim yang bekerja pada membrane dalam, sedangkan DNA nukleus yaitu berupa sandi untuk protein matriks dan membrane dalam.


7) Plastida

Merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Plastida terdiri atas 3 macam, yaitu kromoplas, leukoplas dan kloroplas.


a. Kromoplas merupakan plastida berwarna dikarenakan mengandung pigmen selain klorofil.


b. Leukoplas merupakan plastida yang berwarna putih dan fungsinya untuk menyimpan amilum (amiloplas), minyak (elaioplas) dan protein (aleuroplas).


c. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil

Kloroplas dan plastida lainnya mempunyai membrane rangkap. Membrane dalam mencakup matriks yang dinamakan stroma. Membrane dalam ini terlipat berpasangan yang disebut lamela. Secara berkala, lamela ini membesar sehingga terbentuk gelembung pipih terbungkus membrane dan disebut tilakoid. Struktur ini tersusun dalam tumpukan mirip koin. Tumpukan tilakoid dinamakan granum. Pada tilakoid terdapat unit fotosintesis yang berisi molekul pigmen seperti klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil.


Analisis kimia dari kloroplas menunjukkan bahwa kloroplas terdiri atas protein, fosfolipid, pigmen hijau dan kuning, DNA dan RNA.


8) Vakuola (rongga sel)

Merupakan organel sitoplasma yang berisi cairan yang dibatasi oleh suatu membrane atau selaput yang dinamakan tonoplas. Vakuola sendiri terbentuk oleh perlipatan kedalam dari membran sel. Sel tumbuhan muda banyak berisi vakuola kecil. Namun, dengan semakin matangnya usia sel, akan terbentuk vakuola yang semakin membesar.


Berikut isi dari vakuola :

a. Asam organik

b. Asam amino

c. Glukosa

d. Gas

e. Garam kristal

f. Alkaloid, antara lain ;

- Nikotin, pada daun tembakau (Nicotiana tabacum)

- Kafein pada biji kopi (Coffea sp.)

- Kinin pada kulit kina (Chinchan sp.)

- Tein pada daun teh (Camellia sinensis)

- Teobromin pada buah coklat atau biji coklat (Theobroma cacao)

- Solanine pada umbi kentang (Solanum sp.)


Protista yang mirip hewan (Protozoa) mempunyai vakuola kontraktil atau vakuola berdenyut yang menetap. Vakuola kontraktil berfungsi sebagai osmoregulatory, yakni pengatur nilai osmotic sel atau ekskresi. Vakuola nonkontraktil atau vakuola makanan berfungsi mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan.


9) Sentriol

Sentriol adalah hasil perkembangan sentrosom, yaitu pusat sel, daerah dari sitoplasma yang dekat dengan inti sel (nukleus). Sel hewan, mikroorganisme dan tumbuhan tingkat rendah mempunyai 2 sentriol pada sitoplasma. Sentriol ini berupa kumpulan mikrotubulus yang berfungsi sebagai kutub pembelahan sel secara mitosis atau meiosis; dari sentriol memancar benang gelendong pembelahan sehingga kromosom akan terjerat pada benang tersebut. Melalui benang gelendong ini nantinyaa tiap kromosom berjalan menuju kutub masing-masing.


10) Sitoskeleton

Disebut juga rangka sel tersusun atas 3 jenis serabut yang berbeda yaitu mikrofilamen, mikrotubul dan filamen antara.


a. Mikrofilamen atau filamen aktin

Yaitu rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis, terdiri atas protein yang disebut aktin. Mikrofilamen  berdiameter 5-6 nanometer sehingga untuk mengamatinya harus menggunakan mikroskop electron.


b. Mikrotubul

Yaitu rantai protein yang berbentuk spiral dan spiral ini membentuk tabung berlubang. Tersusun atas bola-bola molekul yang dinamakan tubulin. Diameternya ± 25 nanometer. Merupakan serabut penyusun sitoskeleton terbesar. Selain itu, mikrotubul mampu membentuk organel sitoplasma berupa sentriol, silia dan flagela.


Sentriol yang berbentuk silindris dan disusun dari mikrotubul yang tersusun sangat teratur. Saat sel membelah, sentrol akan membentuk benang gelendong inti. Silia dan flagela merupakan tonjolan yang bergerak bebas dan dijulurkan.


Mikrotubul berfungsi mengarahkan gerakan komponen sel mempertahankan bentuk sel dan membantu pembelahan sel secara mitosis.


c. Filamen antara atau serabut antara

Merupakan rantai molekul protein yang berbentuk untaian saling melilit. Berdiameter 8-10 nanometer. Dinamakan serabut antara karena berukuran diantara ukuran mikortubul dan mikrofilamen. Serabut ini tersusun atas protein yang dinamakan fimetin. Namun, tidak semua sel tersusun atas fimetin, misalnya sel kulit tersusun atas protein keratin.


Fungsi sitoskeleton :

1) Memberikan kekuatan mekanik pada sel

2) Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian lainnya.

3) Menjadi kerangka sel.

d. Dinding sel


Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Pada sel yang muda, dinding sel tersusun dari zat pektin. Pada sel yang dewasa, dinding sel terbentuk dari bahan selulosa yang bersifat kaku sehingga bentuk sel tumbuhan cenderung tetap.
biologi


Pada dinding sel terdapat bagian yang tidak menebal, yakni bagian yang dinamakan noktah. Melalui noktah ini terjadi hubungan plasma satu sel dengan sel yang lain yang dinamakan plasmodesmata. Plasmodesmata berupa juluran plasma, dimana fungsinya menjadi pintu keluar masuknya zat.


Sebagian besar isi dari sel berupa air. Tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel disebut  tekanan turgor. Dinding sel dan vakuola berperan dalam turgiditas sel. Jika sel tumbuhan dimasukkan  dalam larutan yang hipotonis atau hipertonis, peristiwa apakah yang akan terjadi ? Tentunya harus dipahami materi difusi osmosis, sehingga dapat diperkirakan gejala apa yang akan terjadi.


0 Response to "Bagian Utama Sel dan Organel Sel Materi Kelas 12 SMA #lulusandiploma"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Advertisement

Iklan Bawah Artikel