IBX5B54BCC389CD2 Contoh JSA Bekerja di Ketinggian - Lulusandiploma.com

Contoh JSA Bekerja di Ketinggian

bekerja-di-ketinggian

Bekerja di ketinggian mempunya banyak bahaya yang ada didalamnya, yang apabila bahaya tersebut tidak kita kendalikan dampaknya bisa berakibat memunculkan kerugian pada diri anda, perusahaan, dan bahkan orang lain yang ada di sekeliling anda. Job safety analysis pada pekerjaan ketinggian seharusnya dilakukan pada setiap unit kerja yang pada hari itu akan melaksanakan pekerjaan tersebut, tujuannya untuk menjadi salah satu acuan agar program kesehatan dan keselamatan kerja dapat berjalan dengan maksimal dan efektif.

Sebenarnya langkah membuat job safety analysis (JSA) di ketinggian tidak begitu rumit untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengetahui langkah-langkah kerja yang akan dilaksanakan, lalu cari tahu potensi bahaya apa saja yang dapat terjadi pada pekerjaan tersebut dan bagaimana cara anda mengendalikan bahaya tersebut agar tidak terjadi oleh pekerja yang bekerja dan membuat kerugian baik material maupun non materil.

Tujuan melaksanakan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada penerapan job safety analysis (JSA) yaitu untuk menjalankan segala pekerjaan dengan aman supaya pekerja yang terlibat pada pekerjaan tersebut merasa nyaman dalam bekerja. Manfaat jsa bisa dikatakan cukup banyak dan secara garis besar manfaatnya yaitu untuk meningkatkan tingkat kesadaran para pekerja untuk melakukan budaya selamat di lokasi kerja, mengidentifikasi rumusan potensi bahaya yang ada, membangun pengendalian bahkan pemangkasan dari bahaya yang ada, dan lain sebagainya.

Mungkin banyak dari anda masih bertanya tanya mengenai perbedaan mengenai job safety analysis (JSA) dan standard operating prosedure (SOP). perbedaan antara keduanya yaitu: kalau job safety analysis (JSA) terfokus pada mengidentifikasi bahaya dan cara mengontrol bahaya tersebut agar tidak terjadi saat anda bekerja.  Dan standard operating prosedure (SOP) cenderung dengan bagaimana langkah melaksanakan pekerjaan agar pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara yang benar dan aman.

Baca juga: Prosedur bekerja di ketinggian


Contoh Form Job Safety Analysis (JSA) K3

Langkah Kerja
Potensi Bahaya
Tindakan Pencegahan
Jelaskan langkah pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Jabarkan secara rinci apa saja potensi bahaya yang ada pada pekerjaan tersebut.
Ambil tindakan pencegahan dari bahaya yang sudah di jabarkan pada pekerjaan yang akan dilaksanakan.



Job Safety Analysis (JSA) Ketinggian

Langkah Kerja
Potensi Bahaya
Tindakan Pencegahan
Pekerjaan persiapan alat kerja
  • Tersandung.
  • Terjatuh.
  • Posisi tubuh salah saat mengangkat manual.
  • Melakukan safety talk/tool box meeting sebelum pekerjaan dimulai.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap sesuai pekerjaan.
  • Inspeksi peralatan sebelum digunakan.
  • Pemasangan rambu dan peralatan K3 lainnya yang membantu pelaksanaan pekerjaan.
  • Sosialisasi mengenai manual handling.
Pengecatan tiang kolom menggunakan tangga.
  • Terjatuh.
  • Terkilir.
  • Terpeleset.
  • Tangga roboh.
  • Terjepit.
  • Bahaya material dari cat.
  • Melakukan safety talk/tool box meeting sebelum pekerjaan dimulai.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap sesuai pekerjaan.
  • Inspeksi peralatan sebelum digunakan.
  • Pemasangan rambu dan peralatan K3 lainnya yang membantu pelaksanaan pekerjaan.
  • Meletakkan kemiringan tangg sesuai dengan prosedur yang sudah dijelaskan.
  • Meletakkan dasar tangga di tempat yang datar.
  • Sosialisasi mengenai material safety data sheet (MSDS).
Membawa pipa ke atas menggunakan scaffolding.
  • Terjatuh.
  • Terpeleset.
  • Tersandung.
  • Scaffolding roboh.
  • Posisi tubuh salah saat pengangkatan yang membuat badan keseleo.
  • Melakukan safety talk/tool box meeting sebelum pekerjaan dimulai.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap sesuai pekerjaan.
  • Inspeksi peralatan sebelum digunakan.
  • Pemasangan rambu dan peralatan K3 lainnya yang membantu pelaksanaan pekerjaan.
  • Pemakaian body harness saat berada >+- 2 meter.
  • Sosialisasi mengenai pengangkatan tubuh yang benar.
  • Scaffolding dirakit dengan seorang yang sudah terlatih.
  • Selalu sediakan P3K yang sesuai dengan kebutuhan dilokasi kerja.
  • Jangan bergurau saat berada di atas scaffolding.
Bekerja di ketinggian merupakan pekerjaan yang mempunyai potensi bahaya terjatuh, terpeleset, tersandung yang apabila bahaya tersebut menimpa diri kita dapat menyebabkan cidera fisik bahkan sampai kematian. Tempat saat bekerja di ketinggian bisa saat kita menggunakan tangga, scaffolding atau bahkan naik ke atap yang tingginya tersebutlah yang menimbulkan suatu resiko akan terjadinya kecelakaan.

Maka dari itu kita sebagai karyawan atau ahli kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dianjurkan untuk tetap berkomitmen dan menjalankan program yang ada yaitu pembuatan job safety analysis (JSA) di ketinggian agar bahaya yang sudah kita analisa dapat di tanggulangi dengan baik sehingga pekerja akan merasa aman saat bekerja dan kemungkinan kecil terjadi kecelakaan apabila didalam job safety analysis (JSA) tersebut dijalankan dengan baik.

Saran dari kami apabila anda bekerja di ketinggian yaitu:
1. Selalu ikuti prosedur dan peraturan yang sudah dibuat agar pekerjaan dilaksanakan dengan aman.
2. Pastikan apabila anda bekerja diatas dari 2 meter memakai full body harness.
3. Singkirkan material yang mengganggu akses jalan anda saat bekerja di ketinggian.
4. Jangan bergurau saat bekerja.
5. Terapkan program job safety analysis (JSA) agar bekerja di ketinggian seluruh bahaya teranalisa dan teridentifikasi dengan baik.

Demikian informasi mengenai contoh job safety analysis (JSA) di ketinggian, semoga artikel yang  kami sediakan dapat dijadikan referensi dan dilakukan dan bermanfaat untuk anda.

0 Response to "Contoh JSA Bekerja di Ketinggian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Advertisement

Iklan Bawah Artikel