IBX5B54BCC389CD2 7 Perjuangan Anggota Paskibra Yang Meninggal Saat Kemerdekaan - Lulusandiploma.com

7 Perjuangan Anggota Paskibra Yang Meninggal Saat Kemerdekaan

Menjadi anggota Paskibra adalah impian setiap siswa dan merupakan suatu kebanggan bagi diri dan orang tua. Sebelum dilantik menjadi anggota Paskibra, maka setiap siswa wajib melalui proses-proses yang boleh dikatakan berat. Perlu dilakukannya latihan fisik setiap hari, kemudian latihan baris-berbaris dan masih banyak lagi. Setelah melalui latihan yang panjang, di akhir sesi masih dijumpai proses seleksi, karena akan dipilih anggota paskibra terbaik dari ribuan peserta yang mengikuti.

anggota paskibra

Anggota Paskibra tentu saja menjadi pusat perhatian saat peringatan hari kemerdekaan nanti. Karena tanggal 17 agustus merupakan momen yang hanya ada satu kali dalam setahun. Dan tentunya perayaannya lebih meriah karena menyangkut dengan sejarah bangsa. Namun siapa sangka, jika semua kebahagiaan di hari peringatan kemerdekaan itu, ternyata ada beberapa anggota Paskibra yang menemui ajalnya lebih dahulu. Berikut kami rangkum hanya untuk anda : 

1. Ramdani


Perjuangan anggota paskibra pertama Ramdani merupakan salah satu siswa kelas XI asal SMK Cilawu yang lolos menjadi anggota Paskibra. Dari 233 orang yang diseleksi, ia termasuk yang terpilih yang mewakili sekolahnya se-Kabupaten Garut. Ramdani meninggal dunia saat usia 17 tahun di halaman rumah dinas Bupati Garut pada hari Kamis, 2 April 2009. Padahal kondisinya saat itu sedang sehat saat ia dinyatakan lolos seleksi. Namun takdir berkata lain, diduga ia meninggal akibat luapan emosi kegembiraan yang amat sangat.


2. Kristian Natalis Luis

Perjuangan anggota paskibra kedua Ia adalah anggota Paskibra asal Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Usianya 16 tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada hari Selasa, 12 Agustus 2014 akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Negara Maumere-Paga, Napung Langir, Desa Tebuk, Kecamatan Nita. Saat itu, ia dan temannya Yoseph Ronaldo mengendarai sepeda motor menuju lokasi latihan Paskibra. Namun di perjalanan, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak truk yang dikemudikan Fransiskus Saverius, warga Koja Mota, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, truk tersebut datang dari arah yang berlawanan. Nyawa Kristian tidak dapat ditolong dan akhirnya ia meninggal dunia dilokasi kejadian.


3. Imam Rianto



Perjuangan anggota paskibra Imam Rianto berusia 17 tahun, ia adalah anggota Paskibra Kecamatan Kerkap, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Ia meninggal dunia pada hari Minggu, 23 Agustus 2015. Siang itu sekitar pukul 12:00 WIB, Imam dan belasan temannya pergi berlibur menuju air terjun Batu Roto, Kecamatan Kerkap. Setelah sampai di lokasi, ia dan sebagian temannya mandi di air terjun tersebut. Tak lama kemudian, ia terpisah dari teman-temannya dan ia terseret arus air dan tenggelam sampai akhirnya ia meninggal dunia.


4. Agung Zainal Abidin

Perjuangan anggota paskibra ini berasal dari Kecamatan Serai Serumpun, Provinsi Jambi, ia berusia 16 tahun. Ia meninggal dunia tepat di hari Rabu, 17 Agustus 2016 usai upacara penurunan bendera. Saat itu ia mengeluh sakit dan sempat dibawa ke Puskesmas terdekat, namun nyawanya tak bisa tertolong lagi.  Ia meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Tebo setelah memperoleh perawatan di puskesmas. Diduga ia meninggal dunia akibat kelelahan.


5. Aknes Yuriko

Perjuangan anggota paskibra Aknes Yuriko merupakan anggota Paskibra asal Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ia meninggal tepat setelah merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Aknes saat itu terbaring lemah di rumah sakit, ia masih sempat mengunggah status tentang berapa rindunya ia berlatih bersama anggota Paskibra yang lain, di akun media sosial Facebook tanggal 23 Juli 2017. Kemudian tak lama ia menghembuskan napas terakhirnya di hari Senin, 14 Agustus 2017 di RSUD Undata Palu.


6. Aritya Syamsuddin

Perjuangan anggota paskibra Aritya, meninggal pada usia 16 tahun di RSUD I Lagaligo, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada hari Selasa, 15 Agustus 2017. Saat itu ia meninggal dunia karena sakit. Aritya menjadi salah satu contoh anggota Paskibra yang belum menuntaskan tugasnya, namun ia telah menghadap sang Ilahi terlebih dahulu.


7. Siska Susanti

Perjuangan anggota paskibra Siska, merupakan anggota Paskibra asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Ia adalah siswi kelas XII Madrasah Aliyah Al Wasliyah, Perbaungan. Ia meninggal dunia saat tertidur di mess tempat latihan yang berlokasi di PTPN 3 Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada Kamis, 9 Agustus 2018. Diduga ia meninggal akibat penyakit jantung saat menjalani latihan baris – berbaris bersama teman-teman Paskibra lainnya.

Menjadi salah satu anggota Paskibra adalah suatu kebanggaan tersendiri dan Perjuangan anggota paskibra memang diperlukan, Namun ada baiknya kita selalu menjaga keselamatan dan kesehatan diri kita dimanapun kita berada.

0 Response to "7 Perjuangan Anggota Paskibra Yang Meninggal Saat Kemerdekaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Advertisement

Iklan Bawah Artikel